Heather :)

Heather menutup novel  teenlit yang dibacanya. Dan melihat ke jendela yang ada di belakangnya, agak terkejut karena iya baru menyadari ternyata hari sudah malam. Rasanya baru semenit lalu dia duduk di kasurnya dan membaca buku, dan melihat hari masih cerah. Tetap sekarang sudah berubah menjadi gelap. Segelap kehidupannya kini.

Yeah, malam pada akhir pekan adalah malam yang sangat dibencinya. Karena setiap malam akhir pekan pikirannya selalu teringat kembali pada temantemanya, yang sekarang meninggalkannya. Juga kekasihnya.
Heather seorang gadis remaja yang mempunyai darah Amerika di dalam tubuhnya ini baru saja kehilangan sahabat dan kekasih yang selama ini mewarnai kehidupannya. Bukan ia pindah rumah ataupun keluar dari Negara ini. Ia hanya salah mengambil keputusannya. Yah berasal dari kebenciannya terhadap kegiatan sekolahnya dahulu, ia selalu menjadi pemberontak di sekolahnya. Heather sebenarnya anak yang pandai dan cantik. Hanya saja dia mempunyai sikap pemberontak yang tinggi juga berani. Walaupun jauh di dalam dirinya ia adalah seorang penakut, yah dia sangat takut menghadapi hidup ini. Seperti landak yang melindungi dagingnya dengan cangkang yang berduri.

Kini, ia seperti diasingkan oleh dunianya. Pindah dari sekolah lamanya, kehilangan temanteman yang selama ini setia menaminya juga pacar. Sebenarnya Heather tidak perlu sampai pindah sekolah dan mengasingkan diri. Ia hanya tinggal meminta maaf dan merubah sikapnya di sekolahnya yang dulu. Tapi karena ego dan gengsinya ia tidak mau dan akhirnya ia menyelasaikan masalahnya dengan menjauh dan berharap menemukan kehidupan baru di tempat yang baru.

Dan sekarang, ia benarbenar kesepian. Beberapa teman lamanya masih menghubunginya lewat sms, mencoba untuk tetap menjaga hubungan dengan Heather. Tetapi sebanyak apapun sms yang masuk ke dalam inbox hpnya, tapi ia tidak pernah membalas satu pun sms itu. Yang ia tunggu adalah sms yang berasal dari ‘mantan’ pacarnya. Berharap dia masih mengingatnya dan memberi motivasi hidup kepada Heather. Seperti yang sering dia lakukan pada saat Heather masih menjadi kekasihnya. Tapi ternyata katakata motivasi itu tidak pernah tersampaikan lagi.  Sempat Heather ingin menelponnya untuk mengajaknya keluar. Tapi iya tidak berani. Ya seorang yang berani berontak terhadap peraturan sekolah tidak berani mengajak seorang lakilaki yang kini bukannya siapasiapanya lagi untuk sekedar jalanjalan keluar.

Ironis memang, tetapi begitulah. Terkadang emosi kita yang tidak terkontrol menjadikan sesuatu yang kita susah payah bangun menjadi runtuh seketika dan semuanya………………hilang. Tetapi sebesar apapun kehancuran yang kita timbulkan, pasti selalu ada jalan untuk memperbaikinya. Yeah, selalu ada jalan apabila kita mau berusaha dan mau merubah diri kita sendiri. Dan percayalah, semua kehancuran yang terjadi itu hanyala angin lalu yang akan terus bergerak dan bergerak hingga akhirnya menghilang, walaupun dengan kecepatan yang bervariasi. Bisa cepat bisa juga lambat.

Gue gatau ada virus apa yang ada dipikiran gue. Tapi yaa gue berasa pengin nulis aja, semoga bermanfaat deh J

Komentar

  1. membaca gaya penulisanmu sangat luar biasa. spontan, jujur dan apa adanya. pernahkah kamu bermimpi untuk menjadi penulis? sebab ada potensi dalam dirimu yang membikin aku yakin kamu mampu meraihnya.

    well, saran untuk blogmu, warna hitam ini membikin mataku sulit untuk melihat-lihat keindahn blogmu. barangkali kamu punya warna lain yang nyaman dimata orang-orang?

    we love you--

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syair: Rindu Dendam

Sepotong 'kejujuran' di Papua

Kandungan ayat 5-6 Q.S Al-Insyirah