Pada Suatu Hari Nanti

Kecintaan gue sama Karya Sastra dan Seni mungkin emang gapernah digambarkan dengan real sama gue. Tapi, jujur gue suka puisi, lukisan, dan musik dan sampe saat ini gue hanya bisa menikmati dengan bisu. Tanpa apresiasi tanpa pengamalan.

Salah satu puisi yang bikin gue 'dendam' adalah puisi di bawah ini. Di kelas, gue denger musikalisasi puisi ini dan dapet tugas buat menetukan isi dan amanatnya. Gue bingung mau nulis apa, alhasil isinya pun rancu. Well, akhirnya gue browsing untuk tahu sebenernya, ini puisi maksud dan amanatnya apa. Enjoy, 

Pada Suatu Hari Nanti
Pada Suatu Hari Nanti
Jasadku tak akan ada lagi
Tapi dalam bait-bait sajak ini
Kau takkan kurelakan sendiri



Pada suatu hari nanti
Suaraku tak terdengar lagi
Tapi di antara larik-larik sajak ini
Kau akan tetap kusiasati



Pada suatu hari nanti
Impianku pun tak dikenal lagi
Namun di sela-sela huruf sajak ini
Kau takkan letih-letihnya kucari



Ternyata, the point of the poem is perasaan cinta terhadap seseorang. Perasaan tersebut diungkapkan dengan pernyataan bahwa aku tidak akan meninggalkan seseorang tersebut meskipun sudah meninggal dunia.


Dan amanatnya, keren nih. Katanya, penulis ingin menyampaikan pesan kepada orang terdekat, orang-orang yang selama ini dicintai dan mencintainya bahwa dirinya akan selalu ada meskipun secara jasad sudah tiada. Keberadaan dirinya akan selalu dirasakan melalu karya-karya puisi yang ditulisnya. Puisi-puisinya lah yang nantinya akan menemani orang yang merindukannya.


Pelajaran yang gue dapet hari ini, kaya yg WK gue pernah bilang. Kita harus punya wawasan yang luas dan pemikiran kreatif. Alhasil, kita bisa lebih mempunyai gambaran dan pengertian dari materi yg disampaikan di kelas. 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syair: Rindu Dendam

Sepotong 'kejujuran' di Papua

Kandungan ayat 5-6 Q.S Al-Insyirah