Jalan-jalan Asal


Gue masih pake baju pergi, lengkap dengan jaket, kerudung, dan aksesoris. Muka gue sembab dan masih ada tetesan air mata, hati gue? Campur aduk antara kebawa suasana novel, nyesel, dan bahagia. Freak huh?

Yang gue tau, hari ini gue punya 2 hal yg bikin gue merasa balik Kediri gue sendiri. At least doing things yg selama ini gue anggap di situasi itu, gue benarbenar gue. Dan gue sangat bersyukur untuk hari ini.

Oke semua dimulai dari jam 9 pagi, ketika kaka kelas gue ngetweet bahwa dia mau ke RRI. Gue ASAP ngeWhatssapp dia, buat bilang gue mau ngikut ke RRI juga. Actually, its true, gue mau ngajak partner, tapi banyak hal yg bikin gue mengurungkan niat buat ngajak partner ke sana. Hopefully, partner bisa diajak main ketika gue di jalan. Reality, partner ngambek karena tau gue jalan sama cowo.

Sampe RRI, udah mungkin jam 11, dan dari sebelum berangkat pun, kaka kelas ngasih tau bahwa tiket sold out. Well, tujuan gue ke sana bukan liat pementasan teaternya, tapi lebih ke nyari formulir buat ikut event. Meski, gue gadapet juga formulirnya karena kayanya stand radio yang gue maksud ada di dalem lokasi yg masuknya, harus pake tiket.

Bingung ke mana, akhirnya gue dan kaka kelas jalan ke arah Gasibu. Jalan, jalan, dan terus jalan. Anehnya gak kerasa, karena kita ngobrol di sepanjang jalan. Sampe perempatan Telkom, gue tantangin kaka kelas buat jalan sampe Jl. Dipatiukur. Kenapa? Karena gue laper, dan mungkin di DU gue bisa nyari tempat makan.

Sampe DU? Gue malah beli air mineral doang karena haus bgt, abis jalan nanjak dan casciscus sepanjang jalan. Dari sana, kita bingung lagi mau ke mana. Well, gue sih pengin ke Gramedia buat window shopping buku, dengan enteng gue bilang ke kaka kelas ‘Yaudah, kita ke BIP aja. Ke Gramedianya maksudnya, ujung Jl. DU kita turun kan langsung ke BIP?’ dan kaka kelas mengiyakan. Setelah jalan jauh, gue baru sadar dari ujung jalan DU ke BIP itu perjalanan panjang yang bikin kaki gempor. Sebelumnya, gue cumen pernah nelusurin Jl. Ir. Hj. Djuanda dari batas tulisan DAGO Cikapayang. Lah ini, terus ke bawah lagi. Tapi, gue sangat menikmati. Kenapa?

Dear partner, gue menikmati ini karena gue bareng sama kaka kelas dan kita ngobrol ngalur ngidul. It isn’t a bullshit, bahwa di tengah obrolan gue dan kaka kelas, dibeberapa waktu gue masih sering liat hp dan kepikiran lo. Back to the topic, gue menikmati penyusuran atau jalanjalan random ini karena well hal inilah yg gue pengin bgt lakuin dari beberapa bulan lalu. Iya, cumen jalanjalan ringan biasa, gak dirasain jauh dan capenya, dan di jalan kita bisa liat lalulintas, ngomongin apapun, dan yaa cumen mengalir aja. Dan hey partner secretly in my heart I wish you not him. Cara refreshing sederhana dan ampuh. Ini yang selama ini gue dambain, walopun gak seperfect seperti hanyalan gue. Tapi gue cukup bahagia.

Perjalanan ini bener-bener gak direncanain. Garagara omongan ngegampangin gue itulah yg bikin gue dan kaka kelas jalan entah berapa km dari Dago atas ke Dago bawah. Sepanjang perjalanan, gue ngobrol banyak hal, dan kebanyakan seputar sekolah, IT, dan osis. That’s it. Tapi even obrolan kaya gitu, gue nikmati. Kenapa? Karena sikonnya benerbener gue penginin banget dan inilah salah satu sikon yang gue pengin alamin dihidup gue. Ketika, gue bisa jalan jauh, ngobrol ringan tapi rasanya akrab sama orang yang bahkan tegur sapa disms aja jarang. Secretly, ini melatih gue dalam misi gue menjadi orang yang supel dan bisa bergaul. Misi gue bahwa gue harus jadi orang yang bisa tetap menghangatkan suasana ketika cumen ada gue dan teman. Misi gue untuk lebih berbicara mengikuti topik dan menghargai topik. Misi untuk menjadi milik semua orang…

Gue sangat berterimakasih buat semesta, yang mendukung gue karena disepanjang jalan gak nurunin hujan, kaka kelas yang well mau digerek jalan jauhjauh, dan percakapan yang timbul, terimakasih latihannya.

And dear you, my lover. I just too care to you. You never know the shape of my care. But, you’ve to know, that… you’ll never loose me as long as you will stay for me.

P.S: Well its like, I’ve done give another one day with me. In the real story, yehahaha

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syair: Rindu Dendam

Sepotong 'kejujuran' di Papua

Kandungan ayat 5-6 Q.S Al-Insyirah