Hola Ramadhan

Hola Ramadhan!

Yak gue mau beda ah. Orang lain kan bilangnya Marhaban Ya Ramadhan, gue mah Hola Ramadhan. Gak bakal bikin musyrik kan?

Dari beberapa bulan kemaren gue emang udah kangen sama Ramadhan. Entah kenapa. Gue kangen hmm...
  1. Suara tadarusan dari Mesjid, yang rasanya nonstop dari subuh sampe udah teraweh.
  2. Suara anak-anak kecil yang shalawatan di Mesjid
  3. Suara adzan Magrib dan Isya yang kayaknya punya arti penting banget di bulan Ramadhan.
  4. Suara dari Mesjid (juga) yang ngasih tau waktu Saur dan Imsak.

Pokonya gue kangen atmosfir Ramadhan yang selalu beda. Gue sampe kangen harum udara ketika gue berangkat teraweh atau sore-sore menjelang buka puasa. Oya, gue pun kangen traffic jalanan menjelang jam 6 yang berubah jadi sangat ramai dan padat di mana-mana, tapi di sini ramainya in the good way. Rasanya, engga ada tempat sepi di sore hari kala bulan Ramadhan ya? Yah kecuali hati yang (makin) sepi karena Ramadhannya sendiri *ea dikeplak*

Fellas.

Bagi gue Ramadhan kali ini, seperti titik balik di mana gue menjalaninya (harus) seperti 2 tahun ke belakang, yang kayaknya meanful bgt. Karena Ramadhan tahun ini gue, single. Yak, setelah menjalani (entah berapa part) Time Healing, akhirnya hati gue sembuh seutuhnya (semoga). Single di bulan Ramadhan ternyata lebih baik daripada Mingle. Yah walaupun gak ada yang ngucapin selamat saur atau buka puasa sih. Tapi, dari sisi agama, gue lebih seneng ketika gue single. Karena, gue bisa lebih fokus dan khusu ibadah, mengoptimalkan ibadah maksudnya, soalnya kalo single kita gak punya pikiran lain kan selain puasa dan ibadah. Yah kecuali mikirin tugas.

Setelah dipikir-pikir, Ramadhan tahun kemaren gue ancur banget. Ramadhan kemaren, memang gue bahagia dengan adanya pacar dan bikin gue semangat puasa. Tapi, ternyata semangat itu malah gue pake buat everyday gossiping about everything dari acara Stand Up Comedy sampe kelulusan, gue juga malah ikut kegiatan yg unuseful sehingga menyita banyak waktu gue dengan percuma, sampe ada acara galau karena pacar, saingan siapa yang Ramadhannya paling sibuk dan diakhiri dengan perang dingin. Gue pikir, gue pacaran antara pacaran sehat dan gak sehat ya? Gilak sih emang. Iya gue gilak, dianya gila.

Makanya!

Tanpa disadari hati gue bersorak menyambut Ramadhan kali ini. mungkin ada mawas diri yang mengharuskan gue untuk menjalani Ramadhan dengan lebih baik. Tanpa sadar juga, hati dan otak gue mulai berkolaborasi untuk menyusun semacam resolusi apa aja yang harus gue kerjakan Ramadhan ini. Kayak, konsisten Baca Al-Qur’an, mengubah pola belajar, sampe fokus sama ibadah-ibadah yang mungkin gue bisa lakukan untuk mengisi bulan Ramadhan ini.

Gue juga jadi kangen.

Kangen untuk kembali mendekatkan diri kepada-Nya. Kangen ngerasain persaan, its alright if the world against you, as long as you try always close to him, yourselves win. Perasaan damai ketika kamu menjiwai agama dan bulan yang baik ini dengan sungguh-sungguh. How I miss these feelings. Ini bukan gue sok alim, tapi serius deh ada titik di mana bagi kamu yang Muslim, ketika bulan Ramadhan kamu dimanfaatkan dengan baik, at least ada satu hari di mana kamu beribadah dengan khusu bgt, kamu serasa dekat dengan Allah.

…dan tanpa disadari itu menjadi candu dalam lubuk hati kita paling dalam

…tapi terkadang kita mengalahkannya dengan candu duniawi yang lebih besar dan mematikan.

Jadi..

Yah jadi, insya Allah Ramadhan taun ini gue bener-bener mau memperbaiki apa yang harus gue perbaiki. Ya Ramadhannya, ya ibadahnya, ya belajarnya karena kebetulan udah mau mulai tahun ajaran baru, dan memperbaiki segala-galanya.  Do’akan gue fellas suapaya resolusi dan tekad yang gue buat ini gak goyah, yah meski udah umur 16th, kadang-kadang otak gue meluncur ke anak 6th huehehe.

Yaudah deh

MOHON MAAF BUAT SELURUH WARGA BUMI.

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA. MARHABAN YA RAMADHAN. HOLA RAMADHAN. KITA RAIH KEMENANGAN YANG HAKIKI YUK!


Ps: Ini gue posting rada ke SARA tapi please gue gak bermaksud apa-apa ko. So please no to be angry, I’m afraid, to be honest. It’s internet anyway..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syair: Rindu Dendam

Sepotong 'kejujuran' di Papua

Kandungan ayat 5-6 Q.S Al-Insyirah