Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012

Racun vs. Hati

“Hah?! Galau lagi?! Yaampun salah aku apasih. Haha norak banget sih tweetnya, lebay biasa aja kali” racun berbicara.
“Akhirnya ada kabar juga, hmm aku ngetweet juga ah. Hmm apa ya” kemudian banyak draft tweet terbentuk diotak. Yang terposting cuman 1, replay mention beruntun. Itu kata hati. 10 minutes.
“Hhh udah ngetweet banyak, gak update” hati.
“Nah! Dapet, send tweet” racun. Memposting tweet berhastag #sarcasm tweet lainnya berkesan ceria, ‘I’m okay, I’m happy’
43 seconds.
“Lagi-lagi lebay, kenapa sih so banget!” racun.
4 minutes.
‘EXIT’
“Hhh baru nemu bentar, ilang lagi? Yaampun kangen kangen kangen” hati.
Rena pusing, sedih, kangen. Perdebatan mereka bikin tambah pusing. “Kalian diam!”. Rena pun berusaha tidur.

Kejutan Menyakitkan

“Kamseupay! Ke laut aja!” pekik suara cempreng dari seorang yang memiliki bibir yang menggoda.
‘Ah andaikan dia dewasa aku sangat bersedia mengecupnya’ suara hati perempuan putih di teras rumahnya. Dia tersenyum, tapi bila melihat dari dekat matanya berkaca-kaca.
“Ibuuuu! Ini jam berapa? Belum waktunya aku pulang kan?” suara cempreng itu lagi.
“Hampir pukul 3, ayo pulang. Ada kejutan untukmu” kata perempuan putih.
“Kejutan apa? Aku tidak suka kejutan ibu, kejutan menyedihkan” bibir menggoda itu manyun sekarang.
“Kenapa?”
“Sebelumnya anda harus membaca ini” perintah seorang esar berpakaian TNI.
“Ibu aku mau lihat!”
“Ibu ini yang ibu bilang kejutan?! Benarkan kejutan menyedihkan” air mata mengalir deras dari pipinya.
Andriano dinyatakan Meninggal di medan perang.

Move on.

*bruk* Dira melemparkan diri ke kasur, ‘Eh tab aku mana ya?’ ia bertanya pada diri sendiri.
‘Keylaaaaa, kamu liat tab kaka ngga?’ Dira bertanya pada adiknya. Gak ada jawaban. Ternyata, tabnya ada di kasur. Duh.
Satu tujuannya membuka tab, melihat timeline mantannya. Entah kenapa beberapa bulan ini, hal yang pertama ia lakukan ketika membuka twitter hanyalah mensearch username mantannya.
Ketika membaca…
Dira hanya membaca tweetnya seklias, tidak satu persatu seperti biasanya.
Kemudian..
‘Hhh gangerti, exit ajadeh’ Dira berguman. Sejenak, Dira berpikir, ’Cape juga ya lama-lama bacain tweet dia yang aneh, isinya kritik sinis semua. Hmmm’. Setelah itu, 1 tweet baru terpublish ditimelinenya..
‘Finally, I’m tired to following you’


Note: This is my first Flash Fiction. Flash Fiction is a short story that have 110 words in it. Is so hard to make it, so enjoy my first one!