Ary


Ary beranjak dari tempat tidur dan menghampiri rak buku yang ada di samping tempat tidurnya. Membaca satu persatu judul dari kumpulan novelnya. Sering Ari berkhayal untuk merasakan apa yng terjadi pada protagonis pada setiap novelnya ini. Tetapi itu jelaslah tidak bisa, karena novel hanya sebuah amanat yang tertulis.
Aryani Permata, sebuah nama yang singkat cocok untuk pemikirannya yang juga singkat. Aryani adalah seoarang gadis remaja tanggung. Remaja yang masih labil dan tidak mempunyai sifat yang menetap. Terkadang Aryani bisa sangat dewasa tapi sering juga ia sangat kekanakkanakan. Dan sekarang Ary sedang menjadi seorang yang kekanak-kanakan hingga tidak bisa menyelsaikan masalahnya.
 Konyol memang mendengar seorang anak remaja berusia 14 tahun sudah mempunya ‘masalah cinta’ yang mungkin hanya lelucon bagi orang dewasa. Tapi di sinilah Ary, terjebak pada masalahnya yang membuatnya sering kebingungan dan sedih. Sebenarnya Ary bisa saja mencurahkan isi hatinya pada orangtuanya ataupun temantemannya. Tapi sayangnya Ari sangatlah tertutup.  Dan kini Ari memutuskan untuk mengatasinya sendiri.
Berawal dari niat pacarnya untuk menjauhinya dengan alasan yang berbeda dengan anggapan Ari. Kini Ari terjebak dalam kebingungan. Ari ingin menyelasaikan masalah ini, tapi Ary tidak mempunyai cukup keberanian untuk meyelesaikannya. Dan kini mungkin pacarnya pun tidak memedulikannya lagi karena kesalahan yang dibuat Ary.  
Mungkin semua ini bisa lebih sederhana, bila Ary mau berfikir lebih panjang. Mencari cara untuk memperbaiki semuanya, mengintrospeksi dirinya. Tapi Ary ternyata terlalu malas untuk memikirkan semua itu. Sehingga masalahnya akan terselsaikan dengan cara takdir dan waktu. Kini Ary hanya bisa menunggu dan menunggu, mengunggu waktu menjawab semua. Dan bersedih sepanjang penantian itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syair: Rindu Dendam

Sepotong 'kejujuran' di Papua

Kandungan ayat 5-6 Q.S Al-Insyirah