Agama? Great :)

Ruang Agama, salah satu ruang kelas di sekolahku. Kelas yang aku masuki sekali dalam seminggu, 4 kali dalam sebulan, dan 48 kali dalam setahun. Yah kurang lebih seperti itu. Sebagian dari teman kelasku tidak menyukai kelas itu. Kelas yang pada hari rabu kita masuki pada awal pertama jam pelajaran. Dengan ocehan guru sepanjang jam pelajaran yang membuat kita ngantuk dan ingin tidur.

Tapi bagiku, kelas itu sebagai motivatorku. Di kelas itu, adalah hari pertamaku menghadapi sekolah setelah aku putus. Belajar menerima dan beradaptasi ulang mengingat mantanku yang masih satu sekolah denganku. Terus memotivasi diriku bahwa putusnya aku bukan hal yang menghalangi aku untuk tetap semangat belajar. Dan di kelas itu, aku menerima pencerahaan mendapat pasokan motivasi lebih. Dengan nasihatnasihat yang aku dengar dari guruku secara tidak langsung aku dapat melupakan masalahku. Dengan tidak langsung pun aku mendapatkan motivasi baru agar tetap bangkit.

Begitu juga ketika aku membaca buka materi Agamaku. Rasanya buku itu adalah gudang peringatan dan pengertian. Buku agama yang berisi tentang materimateri yang sudah ditetapkan Depdiknas atau apapun itu yang digunakan sebagai refrensi siswa untuk menunjang belajarnya di kelas. Ternyata dapat menjadi suabuh buka ilmu tentang kehidupan yang berharga.

Dibuku itu, dijelaskan bagaimana kita tidak boleh memliki sifat yang tercela seperti dengki, pemarah, egois, dll. Ataupun berbagai sujud dan shalatshalat sunnah yang ternyata sangat besar sekali manfaatnya. Bagiku kata demi kata yg ada dalam buku itu adalah ilmu yang sangat berharga. Petunjuk kehidupan, bahwa kita hidup di dunia ini dengan ketidakpastian dan Tuhan selalu memberikan pilihan pada manusia untuk mencapai tujuan hidupnya, yaitu kembali pada-Nya.

Aku berpikir, ke mana saja aku ini? Setelah 8 tahun aku menimba ilmu di sekolah, mengapa baru kali ini aku sadar bahwa pelajaran Agama benarbenar pelajaran rohani yang sangat kita butuhkan. Sekalipun itu sangat membosankan. Maka aku pikir, mulai sekarang mungkin aku tidak akan meremehkan lagi pelajaran Agama. Karena dengan segala kebosanannya, ngantuknya, ternyata pelajaran Agama adalah mata pelajaran ilmu hidup yang ada di sekolah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syair: Rindu Dendam

Sepotong 'kejujuran' di Papua

Kandungan ayat 5-6 Q.S Al-Insyirah