Ngurusin hal 'mati'

‘Tau? Kenapa orangorang merasa selalu tidak sukses? Itu karena kebanyakan orang lebih memilih mengurusi tanah daripada mengurusi ruhnya. Kita manusia terlihat lebih mulia dari makhluk ciptaan Allah lainnya karena adanya ruh di dalam jasad kita, bukan karena ada akalnya. Tapi ternyata, manusia lebih memilih mengurusi tanah daripada ruhnya. Yang hidup itu hanya sematamata jasadnya saja, ruh di dalamnya MATI, TIDUR!!’

Oh yaAllah, berarti gue pun selama ini cumen ngurusin tanah doang. Astagfirullahaladzim. Jerit, Bila dalam hatinya.

Bila emang anak yg melek tekhnologi, melek fashion, dan juga melek sama gaya hidup yang glamor. Bukan berarti kehidupannya penuh sama hurahura, kehidupannya sangat bisa, bahkan jauh ari kehidupan glamor dalam pandangan apapun. Tapi, Bula cukup tau kehidupan seperti itu dan ingin merasakannya sesekali.

Ternyata, Bila selama ini salah. Kehidupan glamor yang sering ia bayangkan dan yang ingin dia alami, itu sangat jauh dari ketentuan yang diajarkan Islam. Alasan sebenarnya, Bila hanya iri dengan kehidupan temanteman sekolahnya yg dengan mudahnya menikmati hidup dengan segudang masalah yang mereka miliki. Sedangkan dirinya, ah sepertinya tak pernah Bila mendapatkan apa yg mereka alami.

Kali ini, Bila sadar semua itu siasia. Buat apa dia mengharapkan dengan mudahnya jalanjalan di Bandung dengan kerabat, berbagi dengan orangorang tak mampu, diberi gadget mahal, dan segudang halhal yang berhubungan dengan kesenangan dunia lainnya kalau ada yg lebih penting. Yaitu, menghidupkan ruh yang ada di dalam jasadnya untuk lebih mendekatkan diri kepada sang pemberi ruh, untuk mendapatkan kebahagiaan yang hakiki, untuk bekal kehidupan selanjutnya.

Memang, banyak alasan mengapa dia masih ‘mempermasalahkan’ kehidupan aneh-tapi-nyata yang dialami temantemannya. Tapi, kalau masih ada ‘alasan’ semua perubahan tidak akan terjadi. Sekarang, Bila bertekad untuk qa’naah. Berasa puas dengan apa yang ia dapatkan, merasa cukup, bersyukur, dan bahagia atas kehidupannya kini, karena TAK ADA ALASAN lagi untuk selalu ‘iri’ kepada temantemannya.

It will be taking a while, but she can prove it. Not for the people, for herself.

Komentar

  1. kok bisa sama ya ceritanya dengan kehidupan saya?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syair: Rindu Dendam

Sepotong 'kejujuran' di Papua

Kandungan ayat 5-6 Q.S Al-Insyirah