Senin 7 Januari


Orang bilang, Senin itu adalah Monster Day. Belakangan ini, buat gue Senin itu adalah hari biasa yang kadang gue lupa itu hari Senin, karena emang gak ada yang menarik dan gak bikin badmood juga. Mungkin ini bawaan gue yang sekarang lebih cuek sama apa yang terjadi, semuanya kaya foto-foto baru yang gue liat di netbook. Klik panah kanan/kiri dengan cepat, sehingga foto-foto terus berganti hingga tiba difoto terakhir, dan habis. Selesai.

Tapi, Senin , 7 Januari ini beda. Meski tanggal ini adalah tanggal menyebalkan pagi hampir seluruh siswa di Indonesia, tapi angka 7 gak pernah berani bikin gue bete.

Karena ternyata, hari ini gue bertemu berbagai macam orang yang sangat jauh berbeda.

Pagi ini, tanpa disengaja gue ketemu partner di jalan. Bagi gue, gimana pun, namanya ketemu partner itu selalu saat yang bikin bahagia. Pagi ini, gue bahagia. Meski partner mungkin gak sadar gue liat dia. Gak apa, gue bahagia dan hari Senin pagi ini gue gak berhenti tersenyum J

Siang. Sekolah bubar lebih cepat, sisa gue dan Taurus cowo. Ada temen gue satu lagi cewe, well gue gak tau zodiak dia apa haha. Bagi gue, ketemu seorang Taurus lain itu hal yang menyenangkan. Karena kesamaan yang memungkinkan satu perdebatan yang unik. Tadi siang, I’ve a tight conversation with him, its about everything. From silly things until about conspiracy between Religion, Physic, Chemistry, and Geography. I’m enjoying our conversation (or debate), we tell our opinion, interplay, and our interest, yeah doing as a Taurus do. And I love that.

Sesiangan. Gue pergi ke sekolah gue dulu. Sekalian ketemu kaka kelas. Siang itu hujan dan ugue sempet ngeliat beberapa ruangan. Sekolah gue banyak berubah, gue sedikit menyesali. Tapi sesiangan itu, setiap gue ngeliat bagian-bagian dari sekolah gue yang dulu, gue seperti pengin jadi anak SMP lagi. Kangen semua kegiatan yang pernah gue lakuin. Crushing, stalking, hearing, seeing, laughing, standing alone. Gue gak percaya gue pernah melalui itu dan gue kangen melalui itu.

Menjelang malam. Gue ke salon, hey gue cewe, boleh kan sesekali memanjakan rambut? Gue jadi pelanggan terakhir di salon itu. Gue denger percakapan si kapster dan temannya. Tentang pilihan hidup. Ya satu lagi pernyataan terjawab, ‘Hidup adalah pilihan’ itu memang benar. Mungkin gak ada pilihan yang benar-benar tepat, tapi selalu ada pilihan terbaik kan? Ketika pilihan terbaik terpilih, jangan terlalu nyaman, karena mungkin suatu saat nanti, zona nyaman itu harus dilepaskan, demi memilih pilihan terbaik lain.

Ternyata, Senin gak selalu buruk.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Syair: Rindu Dendam

Sepotong 'kejujuran' di Papua

Kandungan ayat 5-6 Q.S Al-Insyirah